Desa Hilir, Rabu 12 November 2025. Permasalahan sampah masih menjadi tantangan besar bagi banyak desa, termasuk Desa Hilir di Kecamatan Balai. Salah satu kebiasaan yang sudah berlangsung puluhan tahun adalah pembuangan sampah ke sungai. Kebiasaan ini tentu berdampak negatif terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem perairan. Pemerintah Desa (Pemdes) Hilir pun menyadari bahwa persoalan ini tidak hanya dapat diselesaikan dengan sarana dan prasarana, tetapi juga dengan perubahan kesadaran dan perilaku masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemdes Hilir terus berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di tanah kas milik desa. TPA ini menjadi pusat pengelolaan sampah agar pembuangan tidak lagi dilakukan sembarangan, terutama ke sungai.
Selain pembangunan TPA, Pemdes Hilir juga telah mengelola penanganan sampah secara terpadu melalui BUMDes Desa Hilir, yang memfokuskan pengelolaan di wilayah dengan produksi sampah terbesar — yaitu lingkungan Pasar Batang Tarang. Melalui pengelolaan ini, diharapkan sampah dapat dikumpulkan, dipilah, dan diolah dengan lebih baik sehingga tidak mencemari lingkungan.




Untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat, Pemdes Hilir juga melakukan sosialisasi dan kampanye kesadaran lingkungan dengan memasang baliho serta papan imbauan “Dilarang Membuang Sampah ke Sungai” di titik-titik strategis desa. Langkah ini bertujuan untuk terus mengingatkan masyarakat agar tidak kembali pada kebiasaan lama yang merugikan lingkungan.
Selain mengandalkan Tossa atau kendaraan roda tiga, BUMDes tidak akan bisa bekerja secara maksimal dalam penanganan sampah di Desa Hilir yang merupakan ibu kota kecamatan. Penanganan sampah membutuhkan armada yang lebih memadai agar proses pengangkutan dapat berjalan lancar dan menjangkau seluruh wilayah desa.
Karena itu kepala desa Hilir mengucapkan terima kasih atas dukungan armada pengangkutan sampah dari kecamatan yang sangat membantu untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, khususnya di kawasan Pasar Batang Tarang yang memiliki volume sampah cukup tinggi. Dengan kolaborasi dan dukungan sarana yang lebih lengkap, penanganan sampah di Desa Hilir dapat terlaksana secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Terkait mindset masyarakat, kepala Desa Hilir bapak Ashadi Cahyadi, S.Pd menyampaikan bahwa mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung selama puluhan tahun tentu tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Namun, Pemdes tidak akan berhenti berupaya. Dengan dukungan dan partisipasi seluruh warga, perubahan menuju desa yang bersih dan sehat akan terwujud.
“Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Mari kita bersama-sama membantu Pemdes dengan saling mengingatkan dan menjaga kebersihan lingkungan. Sungai yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Kepala Desa Hilir.
“Melalui langkah-langkah ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Hilir akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, dan kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat ditinggalkan sepenuhnya demi kelestarian alam dan kesehatan generasi mendatang” demikian harap pak kades.
